JakartaBeritasatu.com – Merek adalah salah satu hal terpenting dalam setiap bisnis. Oleh sebab itu penting untuk mendapatkan perlindungan baik di tingkat nasional maupun internasional. Bagi pelaku usaha, merek selain berfungsi sebagai identitas, juga merupakan suatu perwujudan kekayaan intelektual yang perlu mendapatkan perlindungan atas kepemilikan melalui registrasi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Susanty Widjaya, CFE, Ketua Umum Asensi (Asosiai Lisensi Indonesia) dalam acara Asensi Talk secara daring, Jumat (19/6/2020).

“Sebelumnya, prinsip registrasi pelindungan merek memiliki sifat teritorial, dimana pelindungannya terbatas pada wilayah yurisdiksi suatu negara dan tidak bersifat universal. Sehingga untuk memperluas wilayah pelindungan suatu merek, pemilik merek harus mendaftarkan mereknya di setiap negara di mana merek tersebut ingin dilindungi,” ujar Susanty.

Namun kendala yang sering kali dialami oleh pemilik merek ketika mendaftarkan merek di luar negeri adalah banyaknya prosedur administratif yang harus dilakukan sesuai dengan sistem pendaftaran merek di masing-masing negara.

Menurut Susanty, kemudahan sistem pendaftaran merek untuk memperoleh perlindungan di negara lain melalui Protokol Madrid, penting untuk terus Asensi sosialisasikan kepada para pelaku usaha. Hal ini merupakan salah satu dari misi kami di Asensi yakni dengan melakukan program edukasi kepada masyarakat Indonesia yang berfokus kepada pengembangan bisnis para pelaku usaha baik di tingkat nasional dan atau bagi para pelaku usaha yang ingin mengekspansi usahanya di luar negeri.

Asensi bersinergi bersama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengadakan program edukasi tanpa batas, yakni Asensi Talk. Dalam dua sesi yang dilakukan secara konsekutif mengenai Merek, Asensi Talk memberikan edukasi khusus mengenai perlindungan merek nasional dan International. Pada AsensiTalk sesi pertama (10/06), dibahas mengenai perlindungan merek di Indonesia.

“Ketua Umum Asensi merasa tergerak dan terpanggil untuk melakukan kerja nyata untuk Indonesia tercinta, dalam hal ini salah satunya adalah di bidang edukasi. Sesuai dengan motto dan semangat Asensi yakni empowering national license, Asensi berkomitmen memajukan merek2 lokal Indonesia, yang juga inline atau satu visi dengan arahan Pak Jokowi yakni semangat ‘Beli Buatan Indonesia’, di mana kami sudah melakukan kampanye untuk Merek Lokal semenjak 2018 lalu,” terang Susanty.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia telah mengaksesi Protokol Madrid sebagai bagian kebijakan nasional karena menilai pendaftaran merek melalui Protokol Madrid akan memberikan manfaat lebih bagi pemilik merek. Dan, Indonesia telah resmi menjadi negara yang ke 100 yang terdaftar ikut serta di dalam system Madrid ini yang ditanda-tangani langsung oleh Menteri Hukum dan HAM RI.

Sumber: BeritaSatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *